Selamat dari maut, itulah yang sering terjadi dengan Airine. Sejak kecil, dia selalu seperti ini. Memiliki darah yang sangat langka, juga penyakit susahnya darahnya membeku, membuat Airine tidak bisa bergerak dengan bebas. Dia tidak bisa seperti teman-temannya yang lain. Bermain dengan senangnya dan merasakan tertawa bahagia dengan yang lain. Sejak kecil, Airine hanya bisa memandang anak-anak seumurannya dari jendela. Mamanya terus mengatakan bahwa dia akan segera sembuh dan bisa bermain dengan yang lainnya. Namun, itu sudah dikatakan selama beberapa tahun. Airine yang sudah mulai mengerti, akhirnya memilih tidak percaya. Hingga suatu saat, Papanya membawa seorang anak perempuan yang sedikit lebih muda dari dirinya ke rumah mereka. Namun, anak perempuan ini tidak bisa mengingat apapun kec

