Sudah dua hari Lisa bertahan di rumah sakit. Biasanya, setelah sadar, Lisa sudah diperbolehkan untuk pulang. Namun, Satrya bersikeras untuk menahan Lisa di ruang rawat inap rumah sakit dalam beberapa hari lagi. Bukan karena dia ingin menghambur-hamburkan uang, tapi dia ingin Lisa benar-benar dalam kondisi terbaik saat keluar dari rumah sakit. Dan karena itulah, Satrya sangat bersikeras. Dia tidak khawatir tentang uang, dia ingin memberikan yang terbaik untuk Lisa. Apalagi setelah mengetahui sebagian dari apa yang terjadi di hidup gadis itu. "Apa yang kamu lakukan? Kenapa memandangku begitu?" tanya Lisa dengan bingung. Wanita yang sudah bosan berada di dalam kamar itu memilih untuk menutup buku yang dia baca. Lalu menatap ke arah Satrya dengan tatapan pertanyaan. "Tidak. Aku hanya berpik

