64. PAPA

1103 Kata

Seorang lelaki setengah baya menatap ke dalam ruang ICU dengan sedih. Dia melihat darah dagingnya yang dia besarkan dengan susah payah harus berbaring dengan bermacam selang untuk penompang hidupnya. Jika melihat hal ini, dia jadi teringat tentang sebuah kisah dari beberapa tahun silam. Tentang dia yang masih begitu sehat dan penuh dengan semangat. "Lisa belum datang?" Lelaki setengah baya itu menoleh. Dia menatap ke arah seorang wanita yang telah menemaninya selama hampir tiga puluh tahun. Meski dahalu mereka menikah dengan terpaksa, tapi sekarang mereka menjalani kehidupan saling menerima satu sama lain. Jika Lisa ada di sini, dia mungkin sudah mencibir melihat wajah sedih dua orang ini—Mama dan Papanya. "Satrya bilang sedang diusahakan. Aku juga sudah mencoba menghubungi Lisa. Namun,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN