Ruangan di balik pintu tersembunyi itu bukan sekadar ruang ganti; itu adalah butik pribadi, seolah-olah seluruh lantai dasar Harrods telah diangkut dan disusun ulang di sini, 100 lantai di atas permukaan bumi. Ada cermin tiga sisi yang membingkai refleksi diriku berulang kali, deretan sepatu yang bisa membuat Imelda Marcos cemburu, dan setelan-setelan yang digantung rapi, masing-masing dengan label desainer yang belum pernah kuucapkan seumur hidupku. Aku berjalan pelan, jari-jariku menyentuh sutra dingin dan wol halus. Aku teringat setelan satu-satunya yang kubeli di kehidupan lama, yang kubanggakan saat wawancara kerja di Innovatech. Setelan itu kini terasa seperti kain kafan yang menyedihkan dibandingkan kemewahan yang brutal ini. Rian mengikutiku masuk, menutup pintu di belakang kam

