24

604 Kata

Satu jam lamanya Aji melakukannya sepenuh hati. Awalnya Puri berteriak kesakitan dan terpaksa di hentikan sejenak. Aji melihat noda darah yang berhasil ia cetak saat membobol gawang pertahan Puri. Senyumnya terbit, ia tak salah pilih. Puri memang mash perawan dan masih suci. Kini keduanya sudah terkulai lemas dan berbaring sebelahan. Aji menggenggam tangan Puri dan terus berkata terima kasih. Wajah mereka puas dan tersenyum saling menatap bahagia. "Mas bahagia sekali. Kita honeymoon, gimana?" tanya Aji pelan sambil mnegusap pipi Puri. "Bukannya kita mau mengurus pesta pernikahan Mas?" tanya Puri pelan. "Ya. Setelah acara pernikahan itu kita ambil cuti. Mas ingin punya keturunan yang sangat banyak sekali," ucap Aji penuh harap. "Mas ... Puri sama sekali gak menunda kehamilan. Kalau me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN