Suasana kamar yang sepi dan sunyi membuat keduanya masih terlelap dan nyenyak sambil berpelukan yang tak telepaskan sejak malam. Kamar itu memang sama sekali tak terkena sorot matahari. Hordengnya juga masih tertutup rapat sehingga terasa masih malam dan belum naik mataharinya ke atas langit biru. Dinginnya Ac semkain membuat keduanya nyaman dalam dekapan dan mencari kehangatan. Tadi malam mereka bercerita hingga larut malam yang di akhiri dnegan perseturuan hangat yang memanas dan memicu adrenalin sehingga membuat gairah terpacu menggelora. Wajah keduanya nampak sangat bahagia tanpa beban. "Ekhemmm ... Mas ... Jam berapa ini," tanya Puri pelan. "Eunghh ... Jam delapan," ucap Aji pelan sambil membuka kedua matanya dan memeluk tubuh kurus Puri kembali. Ia masih dalam mode malas. Hanya

