“Harusnya kamu datang ke sini saja daripada tidur di luar begitu, Nak!” bentak Mayang begitu mendengar cerita suaminya sendiri mengapa Dean ada di rumahnya pagi-pagi sekali. “Badanmu pasti pegal-pegal gara-gara tidur sambil duduk!” Wanita itu menyiapkan sarapan pagi, menambah satu kursi lagi karena kedatangan Dean yang mendadak. Meski mengejutkan, Mayang senang calon menantunya datang walaupun dia merasa ada sesuatu yang sedang dipikirkan oleh Dean. “Makan yang banyak, ya! Kapan lagi kamu datang ke sini waktu ibu masak makanan enak begini.” Mayang duduk di sebelah Dean, sementara Jenar dan Hidan ada di depan mereka. “Terima kasih, Bu.” Mayang mengangguk-angguk sambil tersenyum. Jika memang pria di sebelahnya adalah laki-laki yang dikirim Tuhan menjadi jodoh Jenar, Mayang akan bangga se