"Bu, sepertinya Pak Dean dan ibunya bakal ke sini dalam waktu dekat.” Perkataan Jenar membuat gerakan tangan sang ibu yang tengah memotong sayur kacang panjang berhenti dan menoleh ke arahnya tanpa melepaskan pisau tersebut dari genggaman. “Nak Dean dan ibunya? Jangan bilang mereka datang buat melamarmu?!” Jenar menatap ke sembarang arah, menghindari tatapan sang ibu yang antusias. “Dia bilang begitu,” jawabnya pelan, “katanya mau serius.” “Bagus!” seru Mayang. Dia memukul punggung Jenar dengan gemas, lalu tertawa bahagia sampai membuat Armand datang. “Pak! Katanya Dean mengajak Jenar buat serius! Dia bakalan datang ke sini sama ibunya besok!” “Bukan besok, Bu …, tapi dalam waktu dekat!” “Sama saja! Intinya mereka bakal datang buat melamarmu!” Jenar tersenyum kecil lalu menatap sang