Bab 38. Minta Gendong.

1804 Kata

Tara duduk di tepi ranjang yang sudah tidak lagi rapi. Lingerie yang disiapkan oleh budenya sudah ia simpan di dalam koper. Wanita itu mengangkat wajah, lalu mendesah. Sudah jam setengah empat. Seumur hidup, baru kali ini Tara melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana efek obat perangsang pada orang yang mengkonsumsinya. Gila. Benar-benar gila. Tara menghembus pelan napasnya. Dalam hati bersyukur karena Arga tidak memaksakan kebutuhan biologisnya, padahal pria itu sudah sebegitu tersiksa. Tangan kanan Tara terangkat, menyentuh bibirnya sendiri. Tarikan napas panjang wanita itu lakukan. Dan dia hampir kehilangan kendali untuk menahan diri. Ya Tuhan, Tara mengucap syukur berulang kali karena apapun yang terjadi—kehormatannya masih terjaga. Dia masih perawan sampai sekarang. Tara menghem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN