Clarissa mengemasi barang-barangnya ke dalam koper. Hari ini, ia akan kembali ke Amerika. Karena semua urusannya di sini telah selesai, jadi tidak ada lagi alasan baginya untuk tinggal di Jakarta. Di tengah kegiatannya, mata Clarissa menangkap sebuah bingkai foto yang selalu ia bawa sejak dulu. Foto di mana Delwyn mengecup pipi Clarissa dengan latar langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang. Tangan Clarissa lalu meraih bingkai tersebut. Mengusap wajah tampan Delwyn dengan seutas senyum yang terbit di bibirnya. “Waktu itu memang benar-benar sangat indah. Sayangnya, sekarang hubungan kita telah benar-benar berakhir,” lirihnya. “Meskipun kita tidak bisa bersama. Tapi, aku aka selalu mendoakan kebahagiaanmu bersama wanita itu. Kamu harus hidup bahagia, El. Jika tidak, mungkin aku akan ke

