Delwyn menghela napas berat sembari mendudukkan tubuhnya di kursi santai miliknya kemudian mencari posisi nyaman untuk tubuhnya. Ia lalu meletakkan kedua tangan di belakang kepala. Matanya menatap langit-langit kamar yang terlihat membosankan. Sementara itu, jauh di dalam otak Delwyn, ia tengah memikirkan Olivia yang bersikap aneh. Bukan hanya hari ini, tapi hal ini sudah terjadi selama beberapa bulan. Ini juga bukan pertama kali Delwyn memikirkan sikap aneh Olivia. Akan tetapi, ia tetap tak bisa menemukan penyebab keanehan wanita itu. “Padahal aku hanya ingin berbicara dengannya, tapi kenapa sangat sulit?” gumam Delwyn. “Bukan hanya itu. Kenapa Doddy juga ikut bersikap aneh. Aku sudah curiga sejak kejadian di taman waktu itu, tapi aku juga tetap tidak menemukan jawabannya. Sebenarnya a

