"Keira!" "Iya Bu." Keira sedang berada di ruang keluarga, ia sedang menonton televisi ketika teriakan membahana Ajeng terdengar. "Ini Rafa datang!" Ajeng kembali berteriak, memberi tahu Keira kalau Rafa sudah datang. Ternyata Rafa datang lebih cepat dari jadwal yang seharusnya. Seharusnya Rafa kembali ke Jakarta besok malam, bukan malam ini. Mungkin pekerjaannya di Bandung sudah selesai, karena itulah Rafa kembali lebih cepat. Jantung Keira berdebar tak menentu, ia bergegas menuju ruang tamu di mana kedua orang tuanya berada. Ketika ia sampai di ruang tamu, ia melihat Rafa yang sedang menyalami kedua orang tuanya. Keira ingin sekali memeluk Rafa, tapi Rafa terlihat sangat kusut. Sepertinya Rafa langsung pulang dan tidak sempat membersihkan diri. Keira hanya menyalami

