Asia menyangga dagunya dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya sibuk mengaduk-aduk es teh pesanannya dengan sedotan di dalam gelas. Sejak mendengar pengakuan Shankara kemarin mengenai dia yang tidak mau berpacaran dengan mahasiswinya, seketika itu juga Asia merasa kehilangan semangat. Suasana hatinya pun sejak kemarin jadi buruk. Asia benar-benar tidak mempunyai harapan untuk sekadar dekat dengan Shankara. Rasanya seperti Shankara sudah memagari dirinya sendiri dengan pagar tinggi yang tidak mungkin Asia panjat. Asia menghela napas dalam seraya menatap sedih es teh di depannya. Asia jadi merasa tidak sanggup untuk bertemu dengan Shankara. Sebab, setiap kali Asia memikirkan ucapan Shankara kemarin, denyutan jantung Asia terasa menyakitkan. Asia rasa jika Asia benar-benar berhad

