Bab 70 Disergap

1046 Kata

Acara keluarga itu akhirnya berakhir mendekati larut malam. Suasana ruang tamu yang tadi penuh tawa kini berubah menjadi lebih santai. Para orang tua masih berbincang ringan tentang bisnis, rencana liburan, dan kenalan lama. Gelas teh diganti kopi, camilan diganti buah potong. Namun bagi generasi muda… malam itu terasa jauh lebih panjang dari seharusnya. Ayu duduk di samping Pramasta, berusaha tetap tersenyum meski kepalanya terasa penuh. Pembicaraan tentang pernikahan Selvi barusan membuat suasana emosionalnya ikut naik turun. Ia ikut bahagia… tapi juga merasa ada sesuatu yang tidak beres. Tiba-tiba ponselnya bergetar. Ia menoleh, melihat layar. Nama seorang pasien. Ayu langsung berubah serius. “Pram… aku izin ya,” bisiknya pelan. “Pasienku. Sepertinya penting.” Pramasta menatapnya, l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN