Lampu gantung kristal berkilau lembut di langit-langit restoran fine dining hotel bintang lima itu. Suasana elegan, tenang, dengan alunan piano yang dimainkan langsung di sudut ruangan. Para tamu berbicara pelan, sendok dan garpu beradu nyaris tanpa suara. Di salah satu meja dekat jendela, Dimas sudah menunggu lebih dulu. Setelan jas gelapnya rapi, rambutnya disisir sempurna, sikapnya tenang seperti pria yang terbiasa berada di tempat seperti ini. Namun matanya beberapa kali melirik jam di pergelangan tangan. Saat Selvi muncul di pintu masuk restoran, pandangan Dimas langsung terpaku. Ada seulas senyum dan kekhawatiran yang datang bersamaan saat melihat tunangannya tersebut. Selvi mengenakan gaun hitam sederhana tanpa banyak ornamen, rambut panjangnya terurai rapi, riasannya tipis tapi

