Bab 37 Moving

1274 Kata

Pramasta datang tanpa klakson. Mobil merah itu berhenti rapi di seberang puskesmas, tepat di bawah pohon ketapang yang daunnya selalu gugur setiap sore. Mesin masih menyala, tapi jendela sudah turun sejak lima menit lalu—cukup lama untuk membuat beberapa perawat melirik penasaran. Ayu keluar sambil merapikan tas selempang. Seragamnya sudah diganti cardigan tipis, rambutnya dicepol seadanya. Begitu melihat Pramasta, langkahnya melambat sepersekian detik. Bukan karena ragu lebih ke… menyadari. Hari ini benar-benar terjadi. Hari pertama kali dijemput suami dan dibawa pulang ke rumah sendiri. Dulu, impian itu terasa jauh, sekarang semua terasa seperti sebuah mimpi. Pramasta turun dari mobil. Tanpa jas, hanya kemeja putih digulung sampai siku. Begitu Ayu mendekat, ia langsung mengambil tas A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN