Hari kembalinya Ayu bekerja setelah semingguan Cuti langsung cukup padat. Ada banyak jadwal yang menunggu. Rekan-rekannya juga memberikan selamat dan menggodanya yang menjadi pengantin baru. Ayu berterima kasih pada mereka sekaligus mengatakan permohonan maaf karena tidak bisa mengundang. Namun, dia berjanji akan berusaha mengundang mereka semua di acara resepsi pernikahannya. Mereka bilang mengerti dan Ayu sangat bersyukur atas pengertian mereka. Setelah bekerja keras setengah hari, jam makan siang di puskesmas tiba. Waktu di mana tidak benar-benar santai, tapi cukup memberi jeda dari hiruk-pikuk pasien yang datang silih berganti sejak pagi. Ayu baru saja mencuci tangan ketika seorang perawat memanggil namanya. “Bu Ayu, ada yang nyariin.” Ayu menoleh. “Pasien?” “Bukan,” jawab peraw

