Bab 33 Momen Kebenaran!

1297 Kata

Hal pertama yang dilakukan Pramasta dan Ayu setelah selesai akad, bukan membuka amplop karena memang tidak menerima baik dari keluarga besar, kenalan atau tetangga yang diundang. Juga, bukan langsung masuk kamar dan melakukan malam pertama, melainkan pergi untuk melakukan momen kebenaran atas apa yang mereka ragukan selama ini. Kamar mandi kecil itu mendadak terasa seperti ruang sidang. Ayu berdiri bersandar di wastafel, tangan terlipat di dadanya, wajah tegang tapi matanya nggak bisa bohong yaitu rasa penasaran setengah mati. Di depannya, di atas mesin cuci, dua testpack tergeletak di dalam gelas plastik bening. Direndam. Iya. Direndam meski bukan cucian. Pramasta jongkok di depan mesin cuci, menatap testpack itu seolah sedang mengamati bom waktu. “…ini beneran?” tanyanya pelan. Ayu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN