Pagi itu, sinar matahari masuk lembut ke kamar Ayu dan Pramasta. Ia sudah bangun lebih awal, menata rambutnya, memastikan penampilan rapi sebelum pergi. Pramasta duduk di sisi kasur, masih mengenakan kaos santai, tapi matanya selalu mengikuti setiap gerakan istrinya. “Kamu siap, Sayang?” tanya Pramasta sambil menepuk bahu Ayu. Ayu mengangguk, mengambil tas dan ponselnya. “Siap. Sebelum pergi, aku harus kasih kunci dan beberapa nasehat dulu ke rumah,” jawabnya sambil tersenyum nakal. "Oke, Mam." Mereka turun ke lantai bawah, bertemu satpam dan dua pembantu yang sudah mulai beraktivitas. Ayu memberikan kunci rumah pada satpam sambil memberikan beberapa arahan. “Dengar semuanya, tolong jangan masuk ke kamar utama kami tanpa izin. Ruang kerja kami juga dilarang dimasuki sembarangan. Hanya

