Bab 60 Pembohong

1105 Kata

Dimas membuka matanya perlahan. Kepalanya berdenyut pelan. Dering ponsel membuatnya terbangun. Dia mencoba melihat ke sekelilingnya, apartemen Selvi terasa dingin dan gelap. Nada dering ponsel bergetar terus-menerus di meja kaca. Nama sekretarisnya berkedip di layar. Dimas tidak mengangkatnya, bukan karena tidak ingin, tapi keadaannya masih cukup sulit. Meski Dimas sudah terbangun, tetapi kondisinya masih membuatnya kesulitan. Napasnya terasa berat, kepala terasa seperti diisi kabut tebal. Pandangannya buram, tenggorokannya kering, tubuhnya berat — efek obat tidur yang terlalu kuat, hampir seperti dibius. Seharusnya ia bangun setelah sembilan jam, tapi alarm dan telepon yang tak henti berbunyi memaksanya sadar terlalu cepat. Ia masih berbaring di sofa. Sekalipun ingin duduk dengan bena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN