Malam semakin larut ketika mereka kembali ke kamar suite. Lorong hotel sudah sepi, hanya lampu-lampu temaram yang memantulkan bayangan panjang di karpet. Dari kejauhan masih terdengar samar suara ombak, seperti napas laut yang tenang. Keluarga Ayu sudah kembali ke kamar mereka sehingga Ayu dan Pramasta berjalan hanya berdua saja. Begitu pintu kamar tertutup, dunia luar seolah hilang. Ayu langsung melepas sandal dan berjalan ke arah balkon, membuka pintu kaca. Angin malam yang lembut segera masuk, membawa aroma asin laut dan kesejukan yang menenangkan. Lampu-lampu kapal di kejauhan berkelip seperti bintang jatuh yang tersangkut di permukaan air. “Cantik banget…” bisiknya pelan. Pramasta yang baru saja melepas jam tangannya memperhatikan punggung istrinya. Gaun santai yang dikenakan Ayu

