Bab 63 Lolos

1116 Kata

Langit masih pucat ketika mobil silver milik Dimas berhenti di depan sebuah kafe kecil yang belum sepenuhnya ramai. Tempat itu dipilih bukan karena nyaman, melainkan karena anonim — jauh dari area bisnisnya, jauh dari kemungkinan dikenali. Juga kemungkinan akan ada yang melihatnya di sini sangat kecil. Dimas turun tanpa menunggu sopir membuka pintu. Biasanya dia tidak menggunakan supir karena ini urusan pribadi, tetapi hari ini, dia merasa akan meledak sehingga meminta supirnya untuk mengantarnya ke tempat yang dimaksud. Tentu saja, segalanya akan menjadi rahasia. Di sudut kafe, seorang pria sudah duduk menunggu. Usianya sekitar empat puluh, wajahnya biasa saja — terlalu biasa sampai mudah dilupakan. Kemeja polos, jaket tipis dan celana hitam. Dia duduk ditemani dengan secangkir kopi hi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN