Di ruangan tempat tinggalnya yang luas dan tenang, seorang pria berdiri di depan jendela tinggi dengan tangan di saku celananya. Aiden menatap kota di bawahnya dari balik hotel. Lampu-lampu malam mulai menyala satu per satu seperti titik-titik kecil yang berkelip di lautan beton. Dia tidak di vila, bukan di rumah aman yang Selvi sediakan. Sudah dua hari ini, dia berada di kota, memantau situasi dan menunggu kekasih hatinya kembali. Setelah malam itu, Selvi terlihat takut, Aiden tahu itu dan tidak pura-pura tidak sadar karena kebenaran akan selalu berhasil keluar sekalipun terus berusaha dipendam. Klasik memang, tapi Aiden bisa merasakannya, keresahan yang Selvi alami dan kenyataan kalau perempuan itu mungkin melarikan diri darinya. Padahal, dia sudah berjanji untuk selalu di sisinya selam

