Pramasta membaringkan Ayu di ranjang. Mereka saling menatap dengan intens. Sudut bibir Ayu terangkat sedikit melihat betapa gugupnya Pramasta. Dia menggoda suaminya dengan memberikan beberapa sentuhan di belakang kepala pria itu, membelai lembut di sana lalu bergeser ke daun telinganya dan memutarnya pelan membuat Pramasta menjadi semakin gelisah. Suasana menjadi terasa hangat, memberikan getaran tidak biasa. Sorot mata Pramasta menguat, memberikan kesan bahwa dia tidak akan pernah mundur apapun yang terjadi. "Ayu..." panggilnya pelan. "Hm?" sahut Ayu manja. "Aku boleh?” suaranya rendah, hampir seperti bisikan yang takut memecah kesunyian. Jawabannya bukan kata-kata. Hanya langkah lebih berani, dengan mengalungkan tangannya di belakang kepala Pramasta lalu menarik tubuh suaminya aga

