39. Rasa Bersalahnya

1574 Kata

Agastya berhasil membawa Aleena pulang ke apartemennya. Namun, gadis itu sama sekali tidak mau disentuh olehnya. Aleena marah dan sekaligus membencinya, lalu mengurung diri di dalam kamar. Agastya mengusap wajahnya, dia sangat lelah dan mengantuk, karena sejak tadi malam sama sekali belum tidur dan beristirahat. Keadaan masih belum benar-benar terkendali, sehingga menuntutnya untuk tetap terjaga. Dia sangat mengkhawatirkan Aleena, tapi masalah dengan sang istri pun belum juga tuntas. Ditambah Agastya tidak bisa semudah itu meninggalkan Aleena sendiri, khawatir jika gadis itu melakukan tindakan ekstrim mengingat baru saja kehilangan ayahnya akibat hubungan terlarang mereka. Bayu datang membawa sarapan untuknya dan juga Aleena setelah dia menyuruhnya tadi. “Jangan kemana-mana, Bay, tet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN