Masih Saja Malu

1120 Kata

“Peh, sini … ikut aku,” kata Radeva sembari menarik tangan Afifah sampai gadis cantik berhidung mancung itu harus terseok menyusul langkah Radeva yang panjang dan terburu-buru. “Mau ke mana, Mas? Aku balik sama Anggit sama Latief … nanti aku ditinggal.” Afifah memberitahu Radeva kalau dia tidak bisa lama-lama. Abah dan mama hanya mengikuti acara akad nikah saja karena masih harus menghadiri undangan pernikahan di tempat lain. “Sebentar aja … nanti aku yang anter kamu pulang ke rumah,” kata Radeva agar Afifah berhenti khawatir. Afifah tidak lagi bersuara, dia menurut dibawa Radeva entah ke mana asal jangan ke kamar hotel. Tapi beberapa saat kemudian langkah Radeva berhenti tepat di samping sebuah meja berisi beberapa orang tua paruh baya dengan pakaian mewah khas para Konglomerat. Ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN