Setelah selesai menghadiri pemakaman, benar saja … Oris dan Rhea mendatangi apartemen putranya, sembari membawa berbagai bahan makanan dan dua buah paper bag berisi pakaian ganti untuk mereka berdua. Rhea yang tengah menekan bel pintu apartemen mewah tersebut, nampak bergerak gelisah di tempatnya, lalu berganti posisi untuk mengetuk pintu di hadapannya. “Ze! Astagfirullah … meni lila! Burukeun, buka!” Teriak Rhea, cukup kencang. *** (Lama banget! Cepetan, buka). “Sabar, Rhe! Siapa tahu, Aze sama Dyra lagi nidurin si Kakak!” protes pria paruh baya, yang tengah menenteng dua plastik besar berisi mainan untuk menghadiahi cucu kesayangannya. “Gak mungkin! Tadi pas di rumah duka, kan, Aze bilang, kalau Kakak Ze lagi tidur. Jadi, gak mungkin lah, mereka nidurin Kakak Ze lagi!” sergah Rhe

