Setibanya di apartemen, Azeil segera berganti pakaian di ruang walk in closet, lalu hendak berjalan masuk ke dalam kamar. Akan tetapi, kakinya tiba-tiba saja melangkah lebih cepat, ketika melihat wanita dengan perut menonjol, tengah berdiri sembari menggendong sorang anak lelaki berusia tiga tahunan, yang tengah terisak di atas bahu sang ibu. “Yang, kok gendong Kakak, sih? Kasihan Baby utunnya!” Pria itu segera mengambil alih putra pertama mereka dari gendongan sang istri, lalu mencoba menenangkan Mahavir, yang kini melingkarkan kedua lengannya pada leher Azeil, dan memeluknya sangat erat. “Kakak Ze, kenapa?” tanya Azeil pada Dyra, sembari mengusap punggung bergetar anak lelaki mereka. Wanita itu kembali duduk di tepi tempat tidurnya, sembari memijat lengannya yang terasa pegal, se

