Drrrttt … Drrrttt …. Suara getar ponsel yang ditaruh di atas meja kerja, seketika mengalihkan perhatian Azeil yang tengah terfokus pada layar monitor di ruang kerjanya. Pria tampan, berkaus merah maroon polos itu mengambil benda pipih tersebut, kemudian menatap layar ponsel untuk melihat, siapa yang menghubunginya selarut ini. Tiba-tiba, seulas senyum hangat tertampil di wajah Azeil, lalu menggeser tombol hijau ke samping, untuk menerima panggilan tersebut. “Whoa … kemana aja lo, Bang? Udah kelewat empat purnama, baru hubungin gue lagi. Lupa lo, punya adik di Indonesia? Gue nikahan aja, lo gak datang! Anak gue lahir, cuma datang hadiahnya, sedangkan orang yang kirim, gak nunjukkin batang hidungnya sama sekali! Tega lo sama gue, Bang!” gerutu Azeil, mencecar, setelah panggilan terh

