Yuri menatap ponselnya. Ia baru saja menikmati seloyang pizza di dalam kamarnya. Ponselnya berbunyi karena mendapat kabar tentang pabrik yang baru bosnya bangun. Mau tak mau ia memberi tahu atasannya, tapi berimbas pada rencana dadakan. Padahal kerjaan di kantor sedang banyak-banyaknya. "Keluar kota tiga hari, sepertinya memang aku harus ikut." Yuri melangkah mendekati ibunya yang tengah memasak air di dapur. "Bu, aku izin mau ke luar kota bareng Pak Bos. Paling tiga hari." "Ada kerjaan?" "Ya Bu, pabrik baru kebakaran." "Ya ampun, terus bagaimana?" "Justru itu, aku ikut pak bos. Kasihan Pak Bos. Padahal tadi ia pulang kerja senang-senang dan mukanya berseri, sampai kasih aku uang banyak gitu. Eh malah dapat bencana." "Kasihan ya, mana bosmu baik lagi. Masalahnya banyak." "Orang