bc

Bumi untuk Nessa

book_age18+
95
IKUTI
1K
BACA
family
HE
fated
heir/heiress
sweet
bold
city
office/work place
secrets
like
intro-logo
Uraian

Vanesa Auria Bagaskara mencintai seorang laki-laki bernama Bumi sejak beberapa tahun silam dan sampai saat ini rasa cintanya itu selalu ada untuk seorang Bumi. Vanesa mengejar Bumi dan ia melajukan banyak cara agar Bumi menerima cintanya namun tib-tiba Bumi menghilang tanpa kabar dan itu membuatnya patah hati.Meskipun patah hati, Vanesa masih saja tetap mencintai Bumi bahkan ia mengabaikan banyak lelaki yang menyukainya. Ia juga menyatakan kepada keluarganya kalau ia tidak ingin menikah dan ia ingin hidup bertualang. Si Barbie yang manja itu sekarang berubah menjadi sosok yang sangat mandiri dan ia sering kali berpergian untuk menangkan hatinya. Selama ini ia menerima banyak cinta oleh keluarganya namun cinta seorang pria yang ia inginkan, tidak ia dapatkan. Sekarang setelah sekian lama tidak bertemu, ia akhirnya bertemu Bumi, Bumi seorang dokter yang menjadi relawan di daerah bencana sama seperti dirinya. Apakah ia bisa menarik perhatian Bumi agar menerima cintanya atau Bumi akan mengeluarkan kata-kata kasar dan memintanya untuk pulang ke Jakarta. Bagi seorang Bumi, si Barbie adalah pengganggu yang harusnya tidak datang ke daerah bencana ini.

chap-preview
Pratinjau gratis
Vanesa
Vanesa Auria Bagasakara seorang merupakan anak bungsu dari Arif Bagaskara. Ia sosok cantik yang sangat menyukai boneka Barbie hingga penampilannya pun sang mirip dengan Barbie. Vanesa sangatlah manja kepada Papinya dan juga Kakak sulungnya Haris Bagasakara, ia juga disayang oleh para keponakannya yaitu Senopati Arya Bagaskara, Kaisar Bagaskara, Najwa Bagaskara dan Nena Bagaskara. Vanesa memang sangat cantik diumurnya yang seharusnya telah memikirkan pasangannya itu dan saat ini umurnya yang sudah dewasa, seharunya ia telah memiliki seorang pacar, tapi sampai sekarang ia masih jomblo. Vanesa pernah mencintai seseorang dan sampai saat ini ia masih mencintai sosok tampan itu, namun sepertinya cintanya akan terus bertepuk sebelah tangan. Vanesa sekarang memilih untuk tetap berada dalam kesendiriannya karena sejujurnya, ia trauma memilki hubungan dengan laki-laki. Apalagi ia memang memiliki pengalaman buruk karena ia pernah hampir menjadi korban pemerkosaan hingga ia trauma dengan sentuhan. Sejak saat itu Vanesa memilih untuk menikmati hidupnya dengan pergi jalan-jalan ke beberapa daerah, sambil bekerja tentunya. Hal itu yang sebenarnya membuat Arif Bagaskara khawatir dengan keadaan putri bungsunya itu dan ia akhirnya bisa membujuk Vanesa pulang. Tapi ia tahu sulit baginya untuk mengekang keinginan putrinya dan ia juga tidak ingin menjadi seorang ayah yang bersikap arogan hanya ingin melindungi putrinya. Vanesa saat ini masih tidur terlelap dikasur empuknya dan ia sudah pulang ke Jakarta selama satu bulan ini. Lagi-lagi saat ini ia sedang bermimpi jika sosok Bumi laki-laki yang ia cintai setengah mati itu , datang menemuinya. Bahkan didalam mimpinya itu Bumi sangat romantis padanya menciumnya memeluknya dan membisikkan kata-kata cinta, hingga membuat Vanesa terbang melayang. "Aku cinta sama kamu Mas Bumi kusayang..." ucap Vanesa. Vanesa tiba-tiba sangat kesal ketika adegan momen romantisnya ini tiba-tiba terganggu dengan adanya hujan tiba-tiba hingga membuatnya wajahnya basah. "Mas Bumi mau kemana? Tunggu!" Teriak Vanesa. Tiba-tiba ia merasakan sakit dipipinya, hingga ia membuka matanya dan ia sangat terkejut melihat Ningrum menatapnya dengan kesal. "Nggak bisa setiap hari kamu bangun siang kayak gini Nessa," teriak Ningrum membuat Vanesa segera duduk dan ia mengucek kedua matanya. "Pakek mimpi sama Bumi, kamu mimpi lagi ngapain?" Tanya Ningrum. "Kokopan Mbak ya ampun itu bibir lembut banget Mbak kalau dimimpi aku," ucap Vanesa membuat Ningrum memukul lengan Vanesa dengan bantal. "Ya ampun Nessa, ini nih yang membuat kamu nggak move on, ya ampun sampai kapan kamu mikirin Bumi yang nggak tahu di mana keberadaannya," ucap Ningrum kesal dengan adik iparnya yang sudah berapa tahun mencintai seorang Dokter bernama Bumi namun sampai saat ini Bumi tidak pernah tahu di mana keberadaannya. "Nggak tahu Mbak, kayaknya aku nggak usah nikah ya Mbak, kasihan suamiku masa setiap hari yang aku mimpiin itu si Bumi Mbak, ampun Mbak..."ucap Vanesa berusaha menghindari pukulan Vanesa. Ningrum menjewer telinga Vanesa. "Ampun Mbak...sakit...." Kesal Vanesa membuat Ningrum segera melepaskan tangannya dari telinga Vanesa. "Itu otak kamu yang rada aneh Vanesa, udah dijodohin sama lelaki yang ganteng juga kamu tetap nggak mau," ucap Ningrum kesal dengan tingkah Vanesa. "Nggak zamannya lagi perjodohan Mbak," ucap Vanesa. "Ayo turun sarapan, itu Papi sudah minta bangunin kamu dan dia ingin membicarakan tentang bantuan itu," ucap Ningrum membuat Vanesa segera berdiri dan ia menganggukkan kepalanya. Vanesa melangkahkan kakinya menuju pintu keluar kamarnya, membuat Ningrum menghela napasnya karena Vanesa memilih untuk tidak mandi. "Vanesa..." tegur Ningrum. "Nanti aja Mbak mandinya, aku sarapan aja dulu!" Ucap Vanesa dan ia melangkahkan kakinya dengan cepat menuju lantai dasar. Kediaman Utama Bagaskara saat ini memang tidak seramai dulu dan itu membuat Vanesa merindukan masa-masa di mana ketiga keponakannya itu, belum menikah. Saat ini Najwa tinggal di Kediaman suaminya, ya Najwa berhasil menikahi Bayu yang sekarang telah berganti nama menjadi Izam Kertanegara yang merupakan nama asli Bayu. Yang membuat Vanesa terkejut ternyata Bayu juga memilki seorang kembaran bernama Ibra dan ia bersyukur saat inj Najwa telah bahagia bersama suaminya itu. Keponakan sulungnya bernama Senopati Arya Bagaskara dan dia juga telah menikah dengan Aleandra Jovanka. Senopati juga telah tinggal di Kediamannya bersama keluarga kecilnya. Keponakannya yang kedua bernama Kaisar Bagaskara yang saat ini juga telah menikah dengan Dea, Dea yang merupakan sepupu Bumi. Karena Dea,Vanesa bertemu Bumi hingga membuatnya jatuh cinta. Satu-satunya keponakannya yang masih tinggal disni bersamanya adalah Nena yang merupakan putri bungsu kakak sulungnya. Nena melihat sosok Vanesa duduk disampingnya membuatnya menghela napasnya, karena ia benar-benar kesal dengan Vanesa yang mengerjainya tadi malam. "Vanesa ini kebisaan sarapan belum mandi," ucap Ningrum dan ia mengambilkan beberapa makanan untuk Vanesa. "Wah...Mbak tahu aja kalau aku nggak sarapan karbo," ucap Vanesa. "Iya Tante kan mau tetap kayak Barbie gitu," ucap Nena. Semua teman laki-lakinya pasti akan menyukai Tante Barbienya jika mereka bertemu dan itu membuatnya kesal karena mereka bukan sekedar kagum tapi tergila-gila dengan Tantenya. "Pi...gimana soal bantuannya, banyak nggak? Kasian Pi soalnya banyak yang mau dibeli Pi untuk kebutuhan disana Pi," ucap Vanesa menatap Arif dengan tatapan penuh harap. "Papi kasih bantuan tapi kamu nggak usah pergi!" Ucap Arif. "Nggak mau, aku maunya pergi Pi, lagian batuan Papi iya disalurkan melalui anak-anak Bagaskara Pi dan bantuan dari aku itu atas nama teman-teman sosial media aku dan itu terpisah. Aku itu maunya dapat banyak bantuan makannya aku bujuk Papi agar bantuannya bisa disalurkan bareng gitu Pi!" Ucap Vanesa. "Disana itu Nak, berbahaya kamu belum tahu kondis medannya kayak gimana, Barbie kayak kamu ini rela kuku tangan dan kaki kamu itu kotor kena lumpur, becek, debu,.." ucap Arif yang meragukan putrinya itu bisa membantu disana atau malah nanti merepotkan orang-orang disana. Perusahaannya memang telah menyiapkan bantuan untuk disalurkan ke daerah bencana dan hari rencananya mereka akan berangkat kesana, tapi melihat putrinya ini terlihat antusias ia setuju untuk menambah bantuan lagi melalui putrinya. "Iya Mbak, boleh kan Mbak aku ke daerah bencana Mbak?" Tanya Vanesa dan ia menatap Ningrum dengan tatapan memohon. "Lagian aku itu bosan Pi, Mbak...Mas," lirih Vanesa. "Bosan kenapa?" Tanya Haris dingin. "Bosan aja di Jakarta," ucap Vanesa. "Kamu itu baru pulang Nesa, sekarang kamu mau pergi lagi dan itu ke tempat yang berbahaya..." ucap Haris kesal dengan adik perempuannya ini. Vanesa memang adiknya berbeda, umur Vanessa bahkan sangat jauh darinya dan Vanesa juga lebih muda dari kedua putra sulungnya. "Jangan bilang Mas mau jodohin aku lagi! Aku nggak mau, kalau pun aku menikah aku nikahnya sama Mas Bumi! Tapi karena Mas Bumi nggak tahu di mana rimbanya dan dia juga nggak suka sama aku, ya udah aku nggak usah menikah saja, biar jomblo saja seumur hidup," ucap Vanesa membut Haris menghela napasnya. Vanesa memang telah membatalkan perjodohan yang diatur kakak sulungnya dan Papinya, sekarang ia jomblo kesepian yang berharap rumahnya ini akan selalu menjadi ramai. Ia tidak perlu menikah karena ia hanya ingin menikah dengan laki-laki pilihannya dan bukan hasil perjodohan keluarganya. "Kamu nggak bisa seperti ini terus Nesa, kalau kamu nggak membuka diri kamu bagaimana kamu bisa menemukan jodoh kamu, kamu tahu Papi dan Mas nggak muda lagi Nesa, kamu ini nggak mungkin terus kami jaga Dek!" Ucap Haris menatap Vanesa dengan tatapan dingin. "Nggak usah dijaga Mas, aku bisa mandiri kok...lagian aku pergi kan bukan pertama kalinya," ucap Vanesa. "Oke Mas izinkan kamu pergi tapi kalau dalam jangan tiga bulan ini kamu masih saja jomblo, Mas akan kembali menjodohkan kamu dengan anak temannya Mas, Vanesa!" Ucap Haris kesal dengan adik perempuannya. "Terkadang ya...aku itu mengira kamu itu ya Mas Papinya aku bukan Papi, kamu suka benget ngatur aku kalau Papi nggak akan tega membuat aku sedih begini," ucap Vanesa menyebikkan bibirnya dan perlahan air matanya tumpah membuat Arif menghela napasnya lalu ia segera mendekati Vanesa. "Cup...cup...anak Papi, jangan nangis ya Nak, Papi setuju kamu pergi asalkan setiap hari kamu telepon Papi ya Nak!" Ucap Arif membuat Vanesa menyunggingkan senyumannya karena ia berhasil meminta izin untuk pergi ke daerah bencana sesuai keinginannya. Sedangkan Haris hanya menghela napasnya karena Papinya ini memang terlalu memanjakan Vanesa hingga ia pun tidak bisa berbuat apa-apa.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

30 Days to Freedom: Abandoned Luna is Secret Shadow King

read
317.9K
bc

Too Late for Regret

read
352.5K
bc

Just One Kiss, before divorcing me

read
1.8M
bc

Alpha's Regret: the Luna is Secret Heiress!

read
1.3M
bc

The Warrior's Broken Mate

read
149.6K
bc

The Lost Pack

read
464.1K
bc

Revenge, served in a black dress

read
157.6K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook