Vanesa membuka matanya dan ia mencari keberadaan Tami lalu ia menghembuskan napasnya leganya, saat tahu Tami ternyata telah berada diranjang. Tapi siapa yang memindahkan Tami, jantungnya berdetak dengan kencang dan ia melangkahkan kakinya dengan pelan menuju balkon kamar ini yang telah terbuka. Terlihat punggung lelaki tampan yang sejak dulu ia sukai itu sedang menghubungi seseorang dengan ponselnya dan ia bingung kenapa Bumi bisa masuk kedalam kamar ini. "Mas..." panggil Vanesa membuat Bumi segera menutup sambungan teleponnya dan ia menatap kearah Vanesa dengan tatapan dingin. Vanesa mendekati Bumi, ia ingat dulu Bumi selalu kesal padanya setiap ia berada didalam kamar berdua saja seperti ini, tapi kali ini Bumi yang datang sendiri ke kamarnya. "Ada apa?" Tanya Bumi. "Kamu kok bisa m

