Bumi mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju salah satu Restauran, yang tidak jauh dari rumah sakit, ya...ia akan bertemu sosok yang sangat ia hormati. Beberapa menit kemudian ia sampai di Restauran itu dan ia duduk dihadapan laki-laki parubaya, bersama seorang asistennya. Bumi terlihat tenang namun ia tahu jika saat ini tatapan laki-laki yang sangat ia hormati terlihat sangat dingin padanya. Bumi mengulurkan tangannya dan ia mencium punggung tangan laki-laki parubaya itu. "Apa kabar, Pi?" Tanyanya Bumi. "Tidak baik, sangat tidak baik," ucap Arif Bagaskara dan ia sangat geram dengan tingkah Bumi. "Kamu pikir saya ini bodoh? Ya saya akui saya bodoh karena telah meminta kamu menjadi menantu saya demi putri saya. Laki-laki yang tidak bisa memegang janjinya dan laki-laki itu na

