Bumi melirik Vanesa yang tidak membuang kotak berisi cincin yang ia berikan dan Vanesa memilih diam hingga perjalanan mereka terasa sangat hening. Bumi sesekali melirik Vanesa dan ia tahu jika Vanesa sedang marah besar padanya. Vanesa tidak membuka kotak pemberiannya dan ia hanya memegangnya saja lalu sesekali Vanesa akan melirik kotak itu. Bumi berhenti disebuah Restauran dan ia melangkahkan kakinya turun dari mobil, lalu ia membukakan pintu untuk Vanesa. "Kamu mau makan apa tidak? Kalau tidak mau saya tidak akan memaksa kamu!" Ucap Bumi dingin. Vanesa turun dari mobil dan ia menghela napasnya karena kesal dengan sikap Bumi. Harusnya Bumi bisa sedikit membujuknya dan juga menangkan hatinya yang panas ini. "Kalau mau makan di Restauran kayak gini harusnya aku itu pakai baju yang lebi

