Vanesa memilih diam saja dan ia sibuk mengamati Bumi yang sedang membereskan barang-barang yang akan dibawa pulang. Ketukan pintu membuat Bumi segera melangkahkan kakinya membuka pintu dan terlihat sosok perempuan parubaya tersenyum kepada Vanesa. Ya kakak iparnya Vanesa Ningrum yang datang dan Ningrum telah dianggap seperti ibunya sendiri, karena sejak kecil Vanesa dibesarkan oleh Ningrum. Bumi mencium punggung tangan Ningrum. "Sudah mau pulang?" Tanya Ningrum ketika melihat barang-barang Vanesa telah terlihat rapi disusun didalam tas oleh Bumi. "Iya Mbak," ucap Bumi. "Hmmm....ini sarannya Mbak ya Dek, kalian jangan dulu pulang ke rumah Papi karena Masmu sangat marah sama Papi dan ya...kondisi sedang tidak baik-baik saja!" Ucap Ningrum membuat Vanesa menghela napasnya. Harusnya ia ya

