Setelah selesai rapat, Bumi menuju ruangannya dan ia menghubungi Maminya untuk menanyakan keadaan Tami. Maminya itu memang telah mengatakan kepada Bumi, jika ia membawa Tami ke psikiater karena ia tahun Tami sepertinya trauma dengan kejadian orang tuanya dan itu membuat Tami sangat sering mengalami rasa takut, hingga merasa akan terancam dari orang-orang disekitarnya. Anak sekecil itu harus segera membangun kepercayaan dengan orang lain, agar ia tidak terlalu bergantung dengan Vanesa ataupun Bumi. Apalagi Esy saat ini juga sangat menyayangi Tami dan ia ingin yang terbaik untuk Tami. Bumi mengambil ponselnya dan ia segera menghubungi Maminya. "Assalamualaikum, Mi..." ucap Bumi. "Waalaikumsalam," ucap Esy. "Saya mau jemput Tami, Mi," ucap Bumi. Terdengar suara helaan napas dari Esy ka

