Dua Puluh Sembilan - Akhir Bahagia Seperti dalam Dongeng Sebelum Tidur

1661 Kata

“Aku ingin kisahku berakhir bahagia layaknya dongeng-dongeng yang k****a sebelum tidur.”   ~♥~♥~♥~   Adel’s POV Aku rasa ini adalah keajaiban. Melihat Tante Lia dapat bercengkerama kembali dengan keluarga besar Djamil dan berbincang hangat dengan Bunda dan Mama merupakan sebuah keajaiban yang selama ini kuidam-idamkan. Bagaimana dengan luwesnya obrolan mereka setelah lebih dari setengah tahun lamanya tidak berhubungan benar-benar tampak mengejutkan bagiku. Aku sudah menepuk pipiku berulang kali, tetapi tontonan yang ada di hadapanku ini tidak kunjung kabur. Yang berarti ini semua nyata. Bukanlah mimpiku. "Kamu udah beberapa kali menepuk pipi kamu, Del. Apa enggak sakit?" Beni menggenggam dengan lembut tanganku dan menurunkannya dari pipi. Beni terkekeh, dan sialnya membuatku merona

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN