Hajoon menekuk wajahnya sambil menahan kesal. Rasanya dia seperti pecundang sekarang. Mana ada orang yang bertemu staff dari pihak agensi bersama dengan orang tuanya. Hajoon bukan anak kecil yang butuh didampingi orang tua. Dia juga sudah kepala dua jadi dia bisa memutuskan apapun dalam hidupnya sendiri. “Kau ingin bertemu dengan staff MX Entertainment besok?” tanya LIsya dengan pandangan tak percaya. Hajoon yang sedang membuka kulkas langsung tahu apa yang menyebabkan LIsya bertanya tentang ini. Pasti Ara yang membocorkannya. Padahal dia sudah berjanji tidak akan memberitahu sang mama. “Nuna, kau benar-benar menyebalkan!” teriak Hajoon pada Ara yang tengah santai makan sereal di meja makan. “Hajoon, mama sedang bertanya padamu, jangan mengalihkan perhatian,” kata Lisya sambil bersedeka

