Austin menarik selimut Dae Jung dengan paksa. Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi dan Dae Jung masih bergelut dengan selimut tebalnya. “Dae Jung wake up!” teriak Austin di telinga Dae Jung. Lelaki itu menggeliat kecil namun tak kunjung membuka matanya atau beranjak dari tempat tidurnya. Austin tidak akan menyerah sebelum Dae Jung bangun dan menepati janji dengannya. Hari ini band Austin akan mengikuti audisi yang diadakan MX Entertainment. Audisi diadakan secara terbuka, para peserta diperbolehkan untuk tampil sebagai band maupun tampil sendirian. Dae Jung sudah berjanji akan menemaninya ke audisi. Austin butuh orang untuk membawakan bass dan juga gitar miliknya, para anggota bandnya sudah sampai di lokasi sementara Austin masih berkutat di sini untuk membangunkan Dae Jung.
“Austin, aku masih ngantuk, jangan menggangguku,” kata Dae Jung mengusir Austin. Lelaki itu berusaha menyingkirkan tangan Austin dari selimutnya. Tapi Austin tidak akan menyerah begitu saja, mereka berdua seperti anak kecil yang tengah memperebutkan selimut sekarang.
“Kau sudah berjanji padaku untuk ke audisi hari ini Dae Jung, kenapa kau masih tidur jam segini,” kata Austin dengan nada kesal.
Dae Jung baru tidur jam tiga setelah merampungkan tugas kuliahnya, wajar saja jika lelaki itu masih merasa mengantuk sekarang. Untuk sejenak Dae Jung lupa bahwa dia ada janji dengan Austin hari ini, karena ini weekend dan biasanya setiap akhir pekan Dae Jung akan bergadang untuk mengerjakan tugas dan tidur seharian.
“Give me a second,” pinta Dae Jung dengan nada memelas, matanya benar-benar berat sekarang.
“Kita tidak punya waktu. Cepat bangun sekarang, aku akan membelikanmu ice Americano dan burger kesukaanmu, “ kata Austin. Memancing Dae Jung sangat gampang. Lelaki itu sangat suka burger, bukan hanya burger namun makanan apapun yang lezat dia suka. Selain penyuka makanan Dae Jung juga sangat menyukai Ice Americano. Dia penggila kopi, meskipun begitu dia masih bisa tertidur nyenyak meski sudah menghabiskan lima sampai tujuh cup ice coffee dalam sehari.
Dae Jung langsung menyibak selimutnya dengan kasar lalu duduk dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka, “Kau benar akan membelikanku Iced Americano kan?” Tanya Dae Jung dengan wajah berbinar-binar sambil menguap. Austin mengangguk, “Dasar kau, giliran ditawari makanan saja cepat sekali bangunnya. Cepat bersiap aku tunggu di bawah,” Kata Austin sambil melemparkan bantal ke arah Dae Jung. Dae Jung sudah terbiasa dengan sikap Austin jadi dia tak masalah dengan semua itu. Dae Jung melempar selimutnya ke sembarang tempat dan segera berlari ke kamar mandi, bayangan Iced Americano berukuran besar dan burger dengan ekstra keju menjadi penyemangatnya pagi ini. Tidak ada yang lebih berharga selain makanan enak.
Hyunsu tidak dapat mengendalikan detak jantungnya yang berdegup kencang. Seminggu setelah operasi Bibi Jung, Hyunsu kembali ke Seoul. Begitu sampai di Seoul Hyunsu langsung menemui Liow. Liow hari ini sedang berada di studio, dia meminta Hyunsu datang ke sana sekalian untuk rekaman bersama.
“Terima kasih sudah menerima tawaranku, Hyunsu.” Liow senang sekali Hyunsu menyambut baik tawarannya untuk berduet, meski Liow tahu jika bukan karena keadaan Hyunsu yang mendesak mungkin dia tidak akan mau menerima tawaran duet ini.
Hyunsu tersenyum kaku, dia masih belum yakin dengan keputusannya. Sebenarnya dia tidak yakin pada dirinya sendiri, bukan pada kemampuan Liow. Liow pasti akan bernyanyi dengan luar biasa namun ini pertama kalinya Hyunsu berada di ruang rekaman dan dirinya langsung gugup begitu dia sampai di sini.
“Hyung, sudah membantuku karena itu aku akan menebusnya,” kata Hyunsu. Liow benar-benar peduli pada Hyunsu, dia bahkan membiayai biaya operasi Bibi Jung. Lelaki itu melakukannya tanpa pamrih, namun Hyunsu tidak mau menerimanya begitu saja. Karena itu dia menyetujui untuk berduet dengan Liow sebagai bayaran dari apa yang sudah Liow berikan.
“Apa kau terpaksa melakukan ini?” Tanya Liow. Memang benar dia sangat ingin berduet dengan Hyunsu namun dia tidak mau Hyunsu melakukan ini karena terpaksa.Hyunsu menyahut ucapan Liow dengan cepat, dia tidak mau lelaki itu salah paham, “Bukan begitu Hyung, aku hanya tidak ingin berhutang padamu, aku senang kok berduet denganmu. Hanya saja aku sangat gugup saat ini. Aku takut tidak bisa rekaman dengan baik.” Kata Hyunsu. Liow berdiri lalu berpindah tempat duduk di samping Hyunsu. Lelaki itu merangkul pundak Hyunsu. “Kau tidak perlu takut, hari ini aku yang mengurusi rekaman kita, jadi kau jangan gugup,” kata Liow.
Hyunsu menatap Liow dengan tatapan tak percaya, “Kau yang mengatur rekaman ini sendirian Hyung? Aku semakin gugup sekarang,” Hyunsu menatap Liow dengan tatapan takjub. Lelaki itu mengangguk. Biasanya akan ada music director atau pun staff yang mengurusi rekamannya, namun Liow ingin mengurusi rekaman mereka sendiri. Liow cukup terbiasa dengan alat rekaman yang ada di hadapannya. Dia juga sudah belajar banyak dari music director bagaimana cara menggunakannya. Liow tahu Hyunsu pasti sangat gugup hari ini jadi dia memilih menghandle rekaman ini sendiri.
“Kau ini bisa saja, cepat kau pelajari bagianmu, aku sudah mengirimkan lirik fullnya kemarin kan?” tanya Liow memastikan bahwa dia sudah mengirim lirik yang dia ubah. Ada beberapa bagian dari lirik yang mengalami perubahan dan Hyunsu tidak keberatan. Setelah membaca lirik yang diberikan oleh Liow lagu miliknya menjadi sangat berbeda dan terdengar lebih bagus.
Hyunsu mengangguk dan mereka mulai berlatih dalam pembagian part. Setelah cukup berlatih Hyunsu masuk ke dalam ruangan kecil yang digunakan sebagai ruangan. Hyunsu memakai headphone dan berdiri di depan mic.
“Apa kau sudah siap?” Tanya Liow dari luar ruangan. Hyunsu pun mengannguk. Lelaki itu menarik napas dalam-dalam. Suara intro musik terdengar di telinga Hyunsu dengan jelas, Hyunsu mendapat bagian bait kedua di dalam lagu. Liow sudah mengisi bagian pertamanya. Saat Hyunsu mendengar suara Liow bernyanyi dia merasa sangat takjub suaranya benar-benar merdu.
Cut!
Hyunsu melongo ketika terdengar suara dari Liow. “Kau melewatkannya, Hyunsu. Kenapa kau malah melamun,” tegur Liow sambil tertawa. Harusnya setelah bagian Liow, Hyunsu segera menyanyikan bagiannya, namun yang terjadi adalah lelaki itu malah terhangut dalam nyanyiannya hingga di tak sadar telah melewatkan bagiannya.
Hyunsu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Maafkan aku, Hyung, aku tidak sadar telah melewatkannya,” kata Hyunsu. Liow hanya bisa menggelengkan kepala. Ini pertama kalinya dia melihat Hyunsu lucu sekali. Biasanya lelaki itu akan memasang wajah serius. Namun kali ini dia tampak seperti fans yang tengah malu-malu. Wajar saja karena ini pertama kalinya dia rekaman dengan penyanyi idolanya, semua orang juga pasti gugup jika menjadi Hyunsu. Hyunsu menarik napas lalu mencoba untuk rekaman kembali.