Jani audah datang bersama dengan Rania ke rumah sakit. perasaannya langsung tidak tenang kalau dirinya akan dipertemukan dengan Panji. Rindu itu ada, hanya saja, ketakutan Jani yang lebih besar. Bagaimana kalau dirinya dipaksa melihat kepergian lagi? Tidak. Jani tidak akan sanggup melihatnya. Dia hanya berhenti di ambang pintu, melihat dari sana, takut masuk ke dalam. Sementara Rania sudah masuk lebih dulu. Jani benar-benar sendirian sekarang. Seandainya Pak Hutomo datang dan membunuhnya di tempat, maka perjuangan pria yang tengah sekarat itu akan sia-sia. Semuanya akan sia-sia. Jani?" Rania memanggil pelan. Jani yang tersentak hanya bisa menggeleng pelan. Pak Hutomo tidak mungkin senekat itu. Ada Rania. Dia tidak mungkin menyakiti orang di depan mata putri kesayangannya sendiri seme