Rania tanpa lelah menunggui kekasihnya tersadar. Setiap kali ada pergerakan sedikit dari Dafa, Rania akan heboh dan memanggil dokter agar mengecek kondisinya. Sayangnya, Dafa tak kunjung terbangun sampai sekarang. Mana Rania mencelos, yang diigaukan Dafa adalah Jani. Pria itu tidak sadar saja yang dipanggil Jani. Sebagai seorang kekasih, cemburu jangan tanya. Rania jelas cemburu karena sedari dulu, Dafa yang ini pun selalu menjaga perasaannya. Tak sekalipun menyakiti hati karena memang dua Dafa menyayangi dirinya dengan tulus. Sampai doa-doanya seakan terkabul. Dafa-nya kembali membuka mata. Hanya saja, bukan namanya yang disebut ketika pertama kali membuka mata, melainkan nama Jani yang masih saja Dafa igaukan. "Jani..." "Jani..." Rania langsung menghampiri Dafa dengan harapan bes