What Happen With Vero?

1082 Kata

Hari yang sungguh sangat menyebalkan. Karena pertanyaan putranya pagi tadi seharian ia menjadi tak fokus dalam bekerja. Egonya sebagai seorang laki-laki tersentil. Ia kalah memperebutkan perhatian mereka melalui adu kecerdasan bersama Mischa. Bahu Vero melorot. Ingin mencoba sekeras apa, kalau perbandingannya mengenai otak sudah jelas jawabannya. Ia memang kalah. Tidak ada yang bisa Vero sombongkan, selain menerima kenyataan dan kekalahan. “Lahir dari benih siapa sih tuh bocah? Kenapa nggak ada bela-belain guenya sedikit. Kan gue penyumbangnya!” gerutu Vero membuat Fendi menyerngitkan alisnya. Sejak tadi bosnya itu selalu berbicara sendiri, marah tidak jelas dan anehnya tidak pernah absen menyalahkan anak-anaknya sendiri. “Kembar buat ulah ya Mas?” Fendi merupakan pengecualian yang tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN