Tok tok tok. Zara menunggu, beberapa detik. Tapi tidak ada pergerakan. Kembali mengetuk daun pintu berwarna putih. Tok tok tok. Sambil menunggu, Zara menoleh ke samping dan belakangnya, sepi. Daerah di sini memang selalu sepi jika sudah menejelan pukul sembilan malam. Apalagi sekarang, sudah jam sebelas lewat. Zara menarik napas dan mengedikkan kedua bahu. Ceklek. Suara pintu dibuka dari dalam. Zara segera menoleh ke arah pintu kembali. Detik kemudian kedua bola matanya melotot. “Astaga! Bella!” Zara kaget bukan main melihat gagang sapu yang meluncur turun tepat ke ubun-ubun kepalanya. Untung saja refleks Zara sangat bagus. Dia juga tepat menangkap gagang sapu itu hingga tidak sampai mendarat di kepala. “Bella! Ini aku Zara!” Bella mengerjap. Gagang sapu lepas dari tangannya. “Zara?

