Glenn tersenyum getir membaca pesan singkat dari Zara. Menyesal dia semalam tidur lebih cepat, padahal biasanya dia sulit untuk cepat tidur. Lebih sering melewati tengah malam baru benar-benar bisa terlelap. Inginnya sih dia memarahi semua pelayan dan satpam di mansion ini. Sebab bisa-bisanya mereka membiarkan Zara pergi hampir tengah malam, sendirian, lalu tanpa ada seorangpun yang memberitahu dirinya. Tapi, membaca kembali pesan gadis galak itu, akhirnya membuat Glenn hanya bisa tersenyum pasrah. Apa boleh buat, dia harus merelakan gadis itu pergi satu hari, daripada nanti malah marah dan pergi lebih lama. Namun, Glenn gelisah. Ditekannya dial, dia menghubungi nomor Zara. Tapi justu panggilannya direject. Glenn langsung menjauhkan handphone dan menatap layarnya tak percaya. “Hah! Apa

