Zara mendelik tajam pada Vince, tatapannya menyiratkan betapa sudah kesalnya dia pada pria itu. Tapi Vince malah cengar-cengir. Bella mendekati Vince lalu menepuk punggungnya pelan. “Nggak apa-apa. Semua hal pasti ada yang namanya pertama kali, kan. Wajar banget kok kalau kamu nggak tau yang mana itu bawang merah. Lagian betul kata kamu, ini seharusnya namanya bawang ungu.” Gadis itu tersenyum manis sekali sambil mengangguk-angguk. Lalu dia memberikan beberapa butir bawang merah untuk diiris oleh Vince. Zara memutar kedua bola mata dengan malas. Bella mencari sesuatu pada rak bumbu kemudian dia menepuk kening. “Aduh! Terasinya habis. Zara, aku ke warung dulu ya sebentar, beli terasi.” Lalu segera keluar dari dapur. Zara hanya mengangguk tanpa menoleh. Dia masih sibuk menggoreng tahu t
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


