Membuka pintu depan dan langsung terdiam mematung. Menatap tak berkedip pada makhluk Tuhan tampan mempesona di depan mata. Bahkan Bella sampai lupa berkedip. “Permisi. Benar di sini rumah temannya Zara?” Bella tersadar dan langsung mengerjap. “Ya betul, aku Bella. Temannya Zara. Apa Anda ....” Bella menggantung kalimat. Dia takut salah tapi sudut hatinya yakin kalau pria ini adalah salah satu dari putra Hendy Albern. Entah Vince atau Glenn? “Panggil saya Vince. Apa Zara ada di dalam?” Vince menoleh sebentar ke arah belakang Bella. Bella tersenyum manis, lalu mengangguk perlahan. “Ada—di dalam. Silakan masuk—umm Vince. Apa aku boleh panggil dengan nama langsung?” Vince tersenyum tipis lalu mengangguk. “Tentu boleh, silakan.” Padahal senyum Vince tipis saja, tapi Bella langsung lemas

