Zara sudah turun dari mobil tapi dia tampak ragu untuk melangkah. Pikirnya, jangan-jangan sambutan di sana itu adalah untuk gadis lain, bukan untuknya? Maka dia tidak berani membayangkan apa-apa. Namun Glenn justru berdiri di sampingnya lalu mengulurkan tangan kanan. “Ayo Zara. Ayolah, sekali ini saja, pegang tanganku, ya! Aku kan nggak pernah meminta seperti ini,” rayu Glenn dengan senyuman di wajahnya. “Tapi—itu?” Zara menunjuk dengan menaikkan sedikit dagunya pada pesta penyambutan kecil di pintu restoran. Seorang pelayan tampak memegang baki berisi gelas minuman. Lalu seorang pelayan lagi membentangkan pita besar bertuliskan selamat datang. Tidak hanya itu, ada tiga orang pemain musik yang segera memainkan alat musik mereka masing-masing ketika Zara baru saja turun dari mobil. “Ya

