"Hei, Mirna! Udah ih, malu!" Aku benar-benar tidak habis pikir. Si Mirna malah tertawa cekikikan. Dikiranya lucu apa? "Haha, gak apa, Sesil. Biar semua orang merasakan kebahagiaan kamu," ucapnya sambil tertawa. Kebahagiaan apanya? Kalau saja dia tahu, tanda ungu yang kudapat bukan hasil dari pasangan romantis yang dimabuk cinta. Tapi pasangan aneh dengan Duda pemaksa, huft. "Wow, Sesil udah punya pacar ya?" "Siapa sih? Gue belum pernah Sesil diantar seseorang ke kantor, lho!" "Apa jangan-jangan pria tampan yang tadi ikut main?" "Sepertinya sih, mereka kan serasi!" Aku menutup wajah, malu, anjir! Dalam sekejap orang-orang langsung bergosip ria. Rama juga datang. Ekspresinya kaku sekali, "Ada apa?" "Hai, Bos! Maaf ya, kami sempat salah mengira. Ternyata Sesil sudah punya pacar ya?

