Malu!

1062 Kata

Walau Reza nampak masih marah ke Igo, aku tidak peduli. Poin pentingnya adalah aku sudah bisa keluar dari tenda jebakan ini. Wangi rempah dari nasi liwet mulai tercium sesekali bergantian wangi ayam dan ikan yang dibakar. "Kamu dari mana?" Rama langsung menyambutnya begitu aku sampai di lokasi memasak. "Tadi Reza menyelesaikan suatu hal dengan saya, maaf menunggu lama jadinya," jawabku kikuk. "Ah, saya lupa jika tadi kamu pergi dengan Reza." Rama nampak tidak suka. "Oh ya, nasinya sudah jadi?" Aku mengalihkan pembicaraan. "Sebentar lagi. Kita makan pakai daun pisang biar lebih mantap," jawab Rama. "Ah, serasa kembali ke masa SMA dulu. Berkemah dan makan di daun pisang." "Hm, rasanya memang meningkat lebih lezat dibanding memakai piring biasa." "Lho, Mbak Sesil sakit?" Juned datan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN