"Hei, apa yang Anda lakukan?" Aku memekik kaget. Ya walaupun rasanya sedikit geli dan menyenangkan. Tapi kalau dia lakukan sekarang, bagaimana aku bisa keluar dan menemui orang-orang? "Sudah aku bilang, itu tanda kepemilikan. Semacam stempel bahwa tidak ada yang boleh mengganggu kamu." Reza tersenyum lebar. "Aish, tapi ini memalukan jika dilihat orang! Apalagi acaranya belum selesai," ucapku. Somplaknya lagi, Reza malah terkikik geli. "Mau aku tambah lagi?" Refleks aku menggeleng cepat, "Tidak! Ini aja mungkin warnanya pasti merah." "Tidak kok, tidak sampai merah itu." Aku mengerutkan kening, "Masa sih? Tapi tadi Anda cukup keras menghisap leherku." "Pokoknya tidak merah," ucap Reza santai. Penasaran, aku mengambil ponsel dan melihatnya dari kamera depan. Mataku membelalak melihat

